Kalo
masalah ingin kuliah di PTN favorit pasti orang-orang akan mengatakan “Orang
pintar pasti kalah sama orang yang beruntung, bekal hidup bukan hanya
mengandalkan kepintaran saja tapi butuh do’a dan ikhtiar agar dapat
keberuntungan”. Dan inilah yang terjadi pada diriku beberapa bulan yang lalu. Dan
aku akan sharing ceritaku ini pada kalian, mungkin bisa jadi motivasi :v
Okay this
is my story, true story, cek result,,,,,,
Masa SMP
berlalu, saatnya masuk jenjang SMA, ini masa yang aku tunggu dimana ditempat
ini nasibku ditentukan. Tekatku menjadi arsitekstur semakin besar. Di awal SMA
ideologiku tetap sama yaitu belajar untuk menggapai cita-cita, masih tidak
perduli sama lawan jenis, padangan lurus kedepan ke masa depan. Akan tetapi
dipertengahanku kelas 10 aku menemukan seseorang yang aneh tapi cerdasnya
seseorang ini unik sebut dia "A". Dia suka tidur dikelas, maklum anak pondok. Tapi dia faham
apa yang diterangin sama guru tanpa mendengarkan sepatah kata pun karena dia
sukanya tidur waktu pelajaran. Dan kerennya lagi ketika diberi kuis dia
berhasil menjawab semuanya. Aku bertanya-tanya “kok bisa ya?” salah satu temanku
ngomong sama aku, dia itu kalo diwaktu senggang dia itu belajar lewat internet
browsing apapun mata pelajaran. Dia juga mahir dalam hitung menghitung.
Sejak saat itu hatiku tergerak tidak tahu apa itu rasanya tapi jantungku
berdegup kencang, awalnya aku kira hanya terkagum sama dia ternyata itu adalah
perasaan lain KATANYA yang disebut jatuh cinta pada pandangan pertama atau
apalah itu (kalimat alay).
Aku menyembunyikan perasaan itu hingga kita pisah kelas tapi tetap satu jurusan IPA, semenjak itu perasaanku terbongkar karena temanku yang pernah aku beri curahan hatiku membeberkan semuanya sampai semua teman seangkatan tahu dari kelas IPA, IPS, BAHAS dan juga KEAGAMAAN tahu semua. Salah satu temanku dia cantik dia pernah aku ceritain kenapa aku suka sama dia. Ketika dia tahu keunikannya, temanku itu malah menusuk dari belakang dan semnjak itu temanku gak pernah ngomong sama aku. Aku sakit hati dan begitu marah, selama kelas 11 aku tersiksa melihat mereka berdua dan di tambah kesibukan ekskulku yang kebanyakan ngadain acara kesehatan hingga aku gak fokus sama tujuan awalku, dan akhirnya nilai raporku turun semua dan aku putus asa, pesimis dengan tujuan awalku. Awal kelas 12 aku bangkit lagi walaupun dibilang terlambat karena gerbang masa depanku sudah didepan mata, tapi aku berusaha untuk bangkit bangkit dan bangkit berusaha memperbaiki semuanya dari prestasiku dan tekatku itu. Dengan kembali belajar, belajar, belajar dengan tekun. dan berusah move on tapi sampai lulus SMA, namun dia masih terngiang dikepalaku. Not good guys, but i'll try and try, and it's so difficult.
Diawal tahun 2016 rame-ramenya pembukaan mahasiswa baru. Aku tidak lolos seleksi 75% siswa layak ikut SNMPTN karena nilaiku yang merosot dikelas 11. Tapi masih ada kesempatan jalur SBMPTN. Disamping menunggu pendaftaran SBMPTN dibuka dimana aku bisa mengambil kesempatan untuk cita-citaku, aku mendaftar perguruan tinggi yang lain. aku mengawalinya di sebuah ikatan dinas, lalu aku mengirim berkas rapor disalah satu politeknik. Alhasil tidak keterima dikedua perguruan tinggi itu. Kemudian aku gak berhenti sampai situ aku mencoba kembali lewat jalur kerjasama PT.PLN di sebuah politeknik, alhasil tidak diterima juga. Aku masih tetap semangat karena masih ada jalan yang terbuka sangat lebar. Akhirnya saat-aat yang aku tunggu datang, pembukaan pendaftaran mahasiswa PTN jalur SBMPTN, aku semangat belajar soal-soal SBMPTN, dari pagi hingga larut malam. Dan tibalah saatnya seleksi itu dimulai, lokasi ujiannya di UNNES, beruntungnya punya kakak mahsiswa asal UNNES dan beruntungnya gedung tempat ujianku gak jauh tempa kost kakakku. Aku sejenak berfikir “awalnya aja udah dapat keberutungan kayak begini mungkin ini awal keberhasilanku” aku sudah besar kepala duluan, dan aku mengerjakan soal SBMPTNnya dengan penuh ketegangan. Dan aku yakin dan optimis diterima PTN favorit di Solo, yaaa kalian tahu sendiri apa namanya, inisial UNS. Akan tetapi pada hari pengumuman aku mendapat kendala sulitnya mengakses website SBMPTN. Jantungku udah gak karuan campur aduk. Dan, dan, dan, akhirnya aku melihat ini
Seketika itu, aku tidak bisa menahan air mata, aku menangis melihat itu, perasaanku waktu itu hancur lebur, putus asa, tidak bisa berkata apa-apa, suara yang keluar hanyalah isak tangisku. Kakaku merangkulku dan mensihatiku “Masih banyak kesempatan diluar sana, jadi jangan putus asa” menangisku berhenti dan aku mulai berfikir jernih, mulai melupakan hasil yang aku terima dan bangkit kembali mencari informasi Ujian Mandiri di UNNES dan UNY Yogyakarta, aku mendaftar disana. Dan lagi, lagi aku gagal kembali. Saat itu aku sangat iri temanku yang kuanggap rival didunia pendidikanku diterima di PTN favorit sesuai keinginannya.aku sudah memutuskan untuk berhenti 1 tahun dan mencoba lagi tahun depan. tetapi aku mencoba berfikir positif "PTN manapun bila orangnya gak sehebat sekolahnnya kan percuma, mending sekolah di Pergutruan Tinggi biasa yang cukup baik akan tetapi mahasiswanya bermutu tinggi dan memiliki kualitas kecerdasan yang baik pula, itu pasti akan seimbang". Ayah menyarankanku untuk kuliah diswasta. Aku berfikir ke unissula, tapi aku pikir lagi lebih baik kuliah di Kudus yang memiliki kategori baik juga yaitu Universita Muria Kudus, aku mendaftar pada gelombang ke-2 alhamdulillah aku langsung masuk tanpa test dan masuk di program studi sistem informasi.
Sejak hari itu aku mulai melupakan pengalaman pahit yang menyakitkan dan memulai hari baru kawan baru dan ilmu baru yang belum pernah aku dapat sebelumnya dan memulai membiasakan kehidupanku sekarang. Dan disana aku pun menemukan teman-teman yang baik aneh-aneh dan juga lucu-lucu. Aku berusaha beradaptasi dengan lingkunganku yang baru dan kawan baru. Semua rasa kecewa putus asa berubah menjadi rasa tawa bahagia dengan kawanku yang baru. dan seiring berjalannya waktu aku berhasil melupakan si A, hingga aku menemukan seseorang yang berhasil mengobati luka yang sakitnya bagaikan teriris pisau dan meninggalkan luka yang sangat lebar. dia berhasil mengembalikan tawaku yang dulu menghilang diterjang rasa kecewa dan rasa keputus asaan. Walaupun terkadang sosok orang yang menyakitiku datang dalam bayanganku dan bayangan itu ingin menarikku kedalam sana kembali seperti menyuruhku untuk mengejar bayangan itu, tetapi dia berhasil menarikku dan membangunkanku dari bayangan buruk itu. Aku mersa nyaman didekatnya. Didekatnya aku merasa jadi diriku sendiri seutuhnya, dan bukan lagi menjadi pecundang yang tak berarti bagi siapapun. Aku berusaha untuk mencintainya seperti dia yang telah berusaha mencintaiku. Dan semoga Allah meridhoi kita berdua mengizinkan kita bersatu selamanya baik di dunia maupun di akhirat nanti. Always been you my lovely, love you so much.
Pesan dari
diriku “Jangan pernah putus asa, bangkitlah! Kamu harus yakin bahwa dibalik
kegagalanmu itu Allah telah merencanakan sesuatu yang indah untukmu dan hadapi
apa yang telah ada didepanmu. Lakukan biarkarkan hidupmu mengalir. Lepaskan
semua perasaan yang menjadi beban pikiranmu. Jangan biarkan perasaan itu
menghatui hidupmu. Kunci keberhasilan bukan hanya berusaha, tetapi juga berdo’a
kepada Allah swt. Karena semua yang terjadi pada dirimu adalah kehendak-Nya”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar