Selasa, 08 November 2016

SISTEM PEMBELAJARAN BERBASIS E-LEARNING









E-Learning

1.          Sejarah dan Perkembangan E-learning
E-learning atau pembelajaran elektronik pertama kali diperkenalkan oleh universitas Illinois di Urbana-Champaign dengan menggunakan sistem instruksi berbasis komputer (computer-assisted instruction ) dan komputer bernama PLATO. Sejak itu, perkembangan E-learning dari masa ke masa adalah sebagai berikut.
a.         Tahun 1990 : Era CBT (Computer-Based Training) di mana mulai bermunculan aplikasi e-learning yang berjalan dalam PC standlone ataupun berbentuk kemasan CD-ROM. Isi materi dalam bentuk tulisan maupun multimedia (Video dan AUDIO) DALAM FORMAT mov, mpeg-1, atau avi.
b.         Tahun 1994 : Seiring dengan diterimanya CBT oleh masyarakat sejak tahun 1994 CBT muncul dalam bentuk paket-paket yang lebih menarik dan diproduksi secara massal.
c.         Tahun 1997 : LMS (Learning Management System). Seiring dengan perkembangan teknologi internet, masyarakat di dunia mulai terkoneksi dengan internet. Kebutuhan akan informasi yang dapat diperoleh dengan cepat mulai dirasakan sebagai kebutuhan mutlak , dan jarak serta lokasi bukanlah halangan lagi. Dari sinilah muncul LMS. Perkembangan LMS yang makin pesat membuat pemikiran baru untuk mengatasi masalah interoperability antar LMS yang satu dengan lainnya secara standar. Bentuk standar yang muncul misalnya standar yang dikeluarkan oleh AICC (Airline Industry CBT Commettee), IMS, SCORM, IEEE LOM, ARIADNE, dsb.
d.         Tahun 1999 sebagai tahun Aplikasi E-learning berbasis Web. Perkembangan LMS menuju aplikasi e-learning berbasis Web berkembang secara total, baik untuk pembelajar (learner) maupun administrasi belajar mengajarnya. LMS mulai digabungkan dengan situs-situs informasi, majalah, dan surat kabar. Isinya juga semakin kaya dengan perpaduan multimedia , video streaming, serta penampilan interaktif dalam berbagai pilihan format data yang lebih standar, dan berukuran kecil.

2.         Fitur – fitur E-learning.
Menurut Clark & Mayer, e-learning memiliki fitur – fitur sebagai berikut :
a.        Konten yang relevan dengan tujuan belajar.
b.        Menggunakan metode instruksional seperticontoh dan praktek untuk membantu belajar.
c.       Menggunakan elemen media sepertikalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar.
d.       Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur ataupun belajar secara individu.
e.        Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar.
3.        Aspek Penting dalam E-learning
a.         E-learning menciptakan solusi belajar formal dan informal.
Salah satu kesalahan berpikir tentang e-learning adalah e-learning hanya menciptakan sistem belajar secara formal, seperti dalam bentuk kursus. Namun faktanya adalah saat ini 80% pembelajaran didapat secara informal. Banyak orang saat beraktivitas sehari - hari dan menghadapi suatu masalah membutuhkan solusi secepatnya. Dalam hal ini, e-learning haruslah memiliki karakteristik berikut:
·         Just in time atau tersedia untuk pengguna ketika mereka membutuhkannya untuk menyelesaikan tugasnya.
·         On demand atau tersedia setiap saat.
·          Bite Sizedatau tersedia dalam ukuran yang kecil agar dapat digunakan secara  cepat.
b.         E-learning menyediakan akses ke berbagai macam sumber pembelajaran baik itu konten atau pun manusia.
Kesalahan lainnya dalam berpikir tentang e-learning bahwa e-learning hanya membuat konten saja, sebenarnya e-learning adalah sebuah aktivitas sosial. E-learning menyediakan pengalaman belajar yang kuat melalui komunitas online pengguna e-learning. Karena manusia adalah makhluk sosial, jadi ada banyak kesempatan untuk berkomunikasi, berkolaborasi, dan berbagi ilmuan antara sesama pengguna e-learning.
c.         E-learningmendukung sekelompok orang atau grup untuk belajar bersama.
E-learning bukan aktivitas individu saja, tetapi juga mendukung sekelompok orang  atau grup untuk belajar bersama, baik untuk berkomunikasi, berkolaborasi, berbagi ilmu dan membentuk sebuah komunitas online yang dapat dilakukan secara langsung (synchronous) atau tidak langsung (asynchronous).
d.         E-learningmembawa pembelajaran kepada pelajar bukan pelajar ke pembelajaran.
Bentuk pembelajaran tradisional bahwa pelajar harus pergi keluar untuk mencaripembelajaran mereka sendiri. Sedangkan Model e-learning disebut juga Pull Model of Learning.
4.       Strategi E-Learning
Dalam pengembangan suatu aplikasi e-learning perlu diperhatikan bahwa materi yang ditampilkan harus menunjang penyampaian informasi yang benar, tidak hanya mengutamakan sisi keindahan saja, tetapi harus memperhatikan dengan seksama teknik belajar – mengajar yang digunakan serta memperhatikan teknik evaluasi kemajuan peserta didik dan penyimpanan data kemajuan peserta didik.**Menurut Koswara (2006) ada beberapa strategi pengajaran yang dapat diterapkan dengan menggunakan teknologi e-learning adalah sebagai berikut :
a.       Learning by doing.
Simulasi belajar dengan melakukan apa yang hendak dipelajari. Contohnya adalah simulator penerbangan (flight simulator), dimana seorang calon penerbang dapat dilatih untuk melakukan penerbangan suatu pesawat tertentu seperti ia berlatih dengan pesawat yang sesungguhnya. 
b.      Incidental learning.
Tidak semua hal menarik untuk dipelajari, oleh karena itu dengan strategi ini seorang peserta didik dapat mempelajari sesuatu melalui hal lain yang lebih menarik, dan diharapkan informasi yang sebenarnya dapat diserap secara tidak langsung. Misalnya mempelajari geografi dengan cara melakukan “perjalanan maya” ke daerah-daerah wisata.
c.       Learning by reflection.
Mempelajari sesuatu dengan mengembangkan ide atau gagasan tentang subyek yang hendak dipelajari. Peserta didik didorong untuk mengembangkan suatu ide atau gagasan dengan cara memberikan informasi awal dan aplikasi akan “mendengarkan” dan memproses masukan ide atau gagasan dari peserta didik untuk kemudian diberikan informasi lanjutan berdasarkan masukan dari peserta didik.
d.      Case-based learning.
Mempelajari sesuatu berdasarkan kasus – kasus yang telah terjadi mengenai subyek yang hendak dipelajari. Strategi ini tergantung kepada narasumber ahli dan kasus-kasus yang dapat dikumpulkan tentang materi yang hendak dipelajari. Peserta didik dapat mempelajari suatu materi dengan cara menyerap informasi dari narasumber ahli tentang kasus-kasus yang telah terjadi atas materi tersebut.
e.       Learning by exploring.
Mempelajari sesuatu dengan cara melakukan eksplorasi terhadap subyek yang hendak dipelajari. Peserta didik didorong untuk memahami suatu materi dengan cara melakukan eksplorasi mandiri atas materi tersebut. Aplikasi harus menyediakan informasi yang cukup untuk mengakomodasi eksplorasi dari Peserta didik. Mempelajari sesuatu dengan cara menetapkan suatu sasaran yang hendak dicapai (goal-directed learning). Peserta didik diposisikan dalam sebagai seseorang yang harus mencapai tujuan dan aplikasi menyediakan fasilitas yang diperlukan dalam melakukan hal tersebut, kemudian peserta didik menyusun strategi mandiri untuk mencapai tujuan tersebut.
5.        Manfaat E-Learning
Ada beberapa manfaat pembelajaran elektronik atau e-learning, di antaranya adalah:
a.       Pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
b.       Bertambahnya Interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (interactivity enhancement).
c.       Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (global audience).
d.       Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
6.        Keuntungan dan Kelemahan menggunakan E-learning
a.       Keuntungan menggunakan e-Learning diantaranya sebagai berikut :
·         Fleksibel karena siswa dapat belajar kapan saja, di mana saja, dan dengan tipe pembelajaran yang berbeda-beda.
·         Menghemat waktu proses belajar mengajar.
·         Mengurangi biaya perjalanan.
·         Menghemat biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku).
·         Menjangkau wilayah geografis yang lebih luas.
·         Melatih pembelajar lebih mandiri dalam mendapatkan ilmu pengetahuan.
b.                Kelemahan menggunakan e-learning diantaranya sebagai berikut :
·         Karena e-learning menggunakan teknologi informasi, tidak semua orang terutama orang yang masih awam dapat menggunakannya dengan baik.
·         Membuat e-learning yang interaktif dan sesuai dengan keinginan
·         pengguna membutuhkan /programming /yang sulit, sehingga pembuatannya cukup lama.
·         E-learning membutuhkan infrastruktur yang baik sehingga membutuhkan biaya awal yang cukup tinggi.



Sumber by : http://jhonmiduk8.blogspot.co.id/2014/05/makalah-pembelajaran-e-learning.html
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar